Sejarah Desa

Sejarah Kampung Banjar Dewa

Kampung Banjar Dewa berdiri dan ditetapkan sebagai kampung yang berada diwilayah Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang Propinsi Lampung, pada pertengahan tahun 2009. Sesuai dengan peraturan pemerintah daerah maka Kampung banjar agung harus dimekarkan. Dengan musyawarah bersama yang diprakarsai oleh tokoh adat, tokoh agama dan tokoh pemuda, maka sepakat Kampung banjar agung dimekarkan, Kampung pemekaran diberi nama Kampung banjar dewa.

Awal mula mengapa Kampung pemekaran baru ini diberi nama banjar dewa adalah, menurut sejarah bahwa Kampung induk (banjar agung) nenek moyangnya berasal dari PAGAR DEWA dengan tidak menghilangkan sejarah, maka kepala Kampung banjar agung Hi. Abdul Somad Basri (Alm) memberi nama Kampung pemekaran dengan nama Banjar Dewa .

Latar belakang dimekarkanya Kampung Banjar Agung dikarenakan terdiri dari masyarakat yang majemuk, kini Kampung Banjar Dewa terdiri dari banyak etnis yang dominan adalah suku jawa dan bali, tapi masih ada suku lain yang ada di dalam Kampung Banjar Dewa seperti suku batak dan sunda , secara religious Kampung Banjar Dewa lebih dominan terdiri dari dua agama, yaitu agama Islam dan Hindu.

Setelah berpisah dengan Kampung banjar agung dan definitip , maka Kampung Banjar Dewa saat ini mulai mandiri, berbuat dan berupaya untuk maju agar dapat sejajar dengan Kampung lain disegala bidang, baik ekonomi, budaya maupun pembangunan.
Adapun urutan dan nama kepala kampung Banjar Dewa pada Yaitu :
1. P. Ayu Lestari 2009 – 2011
2. Imam Chanafi Pjs. 2011
3. Made Wardane, S.E 2011 – 2017
4. Asri Susilowati 2017 – 2023

Sejak terbentuk Kampung Banjar Dewa secara resmi, telah banyak pembangunan yang dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dalam menunjang kawasan, bantuan dan pembangunan sarana prasarana Dasar telah banyak dilaksanakan. Permasalahan telah banyak terselesaikan, tetapi karena perkembangan waktu, luas wilayah, jumlah penduduk, dukungan potensi, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat, masih banyak program pembangunan yang harus dilaksanakan.