Lomba tumpeng muslimat nahdlathul ulama dalam rangka menyambut hari santri nasional

Lomba tumpeng ranting muslimat nahdlatul ulama sekecamatan banjar agung di balai kampung tunggal warga.

Banjar Dewa(17/10/2018): Hari Santri Nasional memiliki arti, makna, dan filosofi yang besar bagi bangsa Indonesia, sehingga perlu diketahui sejarah dan latar belakang ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional. Hari Santri adalah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajahan bangsa asing, bertepatan dengan resolusi jihad Mbah KH Hasyim pada tanggal 22 Oktober. Tujuan ditetapkan hari santri adalah untuk mengingat kembali sejarah perjuangan kaum pondok pesantren dalam berjuang melawan penjajah.

Dalam rangka menyambut hari santri yang jatuh tanggal 22 oktober 2018 pengurus cabang nahdlatul ulama kecamatan banjar agung mengadakan lomba nasi tumpeng untuk ranting nahdlatul ulama sekecamatan banjar agung. Lomba tumpeng dalam rangka menyambut hari santri ini diikuti oleh sembilan kampung ranting muslimat nahdlatul ulama yang ada di kecamatan banjar agung. Yang menjadi tuan rumah dalam lomba tumpeng ini adalah muslimat ranting kampung tunggal warga dan dipusatkan di balai kampung tunggal warga. Antusias para ranting muslimat nahdlatul ulama sangat terlihat dalam mengikuti perlombaan tersebut.

Lomba tumpeng ranting muslimat nahdlatul ulama sekecamatan banjar agung di balai kampung tunggal warga.

Hadir dalam perlombaan tumpeng tersebut yaitu kasi umum kecamatan banjar agung, kepala kampung tunggal warga, kyai nahdlatul ulama dan pimpinan ranting nahdlatul ulama kecamatan banjar agung. Lomba tumpeng ini menurut rencana dibuka oleh camat banjar agung tetapi karena camat menghadiri kegiatan lomba unit kesehatan sekolah maka diwakili oleh kasi umum kecamatan. Sambutan camat banjar agung diwakili oleh kepala kampung tunggal warga dalam pesannya camat mengajak ranting muslimat nahdlatul ulama kecamatan untuk bersatu dalam membangun bangsa.

Dewan juri dalam lomba tumpeng ini yaitu pengurus ranting nahdlatul ulama dan kasi umum kecamatan banjar agung. Dari hasil penilaian dewan juri lomba tumpeng dimenangi oleh ranting muslimat nahdlatul ulama dari kampung tunggal warga sebagai juara pertama. Katagori penilaian dalam lomba tumpeng ini yaitu besarnya biaya yang dikeluarkan, keindahan tumpeng dan kombinasi rasa nasi tumpeng tersebut. Juara bukan menjadi tolak ukur dalam lomba tumpeng ini akan tetapi kebersamaan para ranting muslimat sebagai bentuk silahturahmi antar ranting muslimat nahdlatul ulama yang ada di kecamatan banjar agung.

Lomba tumpeng ranting muslimat nahdlatul ulama sekecamatan banjar agung di balai kampung tunggal warga.

Dengan adanya lomba tumpeng ini diharapkan dapat menjadi salah satu alat silahturahmi antar ranting muslimat sekecamatan banjar agung. Lomba tumpeng ini diharapkan dilaksanakan setiap tahun dalam memperingati hari santri nasional.

(putu/badew)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan