Rangkaian kegiatan acara dalam mengisi hari jadi kampung banjar dewa yang ke delapan tahun

Rangkaian acara dalam peringatan hari jadi kampung banjar dewa yang ke 8.

Banjar dewa(09/09/2018): Pada tanggal 09 september 2018 kampung banjar dewa genap berusia delapan tahun setelah menjadi kampung pecahan dari kampung banjar agung. Dalam rangka memperingati hari jadinya yang kedepalan tahun pemerintah kampung dan segenap panitia mengisinya dengan beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut terdiri dari penampilan kuda lumping dan reog, perlombaan karang taruna, perlombaan sepak bola usia dibawah 12 tahun dan acara doa bersama. Kegiatan tersebut dilaksanakan dua hari yaitu dimulai dari tanggal 8 september sampai dengan tanggal 9 september 2018.

kegiatan diawali dengan penampilan kuda lumping dan reog yang dilaksanakan pada tanggal 8 september 2018. Penampilan kuda lumping dimulai dari siang hari dan berakhir pada malam hari. Penampilan kuda lumping dan reog merupakan sebagai bentuk peletarian seni budaya jawa yang ada di kampung banjar dewa. Disela-sela acara kuda lumping dilaksanakan juga pemotongan tumpeng oleh kepala kampung banjar dewa Asri Susilowati dalam rangka regenerasi karang taruna kampung banjar dewa. Dalam kesempatan itu juga, Kepala Kampung banjar dewa mendapat kehormatan untuk menaiki reog.

Acara perlombaan dalam mengisi hari jadi kampung banjar dewa yang ke 8.

Selanjutnya acara dilaksanakan secara meraton yaitu minggu pagi panitia dan karang taruna melaksanakan acara perlombaan untuk warga. Panitia dan karang taruna menyelenggarakan perlombaan lari karung anak-anak memakai helm, sepak bola memakai sarung dan helm serta senam masal yang memperebutkan kupon dorprise. Kemudian acara dilanjutkan dengan perlombaan sepak bola anak usia dibawah 12 tahun. Acara dalam mengisi hari jadi kampung banjar dewa dilaksanakan secara sederhana karena waktu perncanaannya sangat mepet, akan tetapi antusias warga sangat begitu besar.

Acara puncak dalam mengisi hari jadi kampung banjar dewa yaitu acara doa bersama,pemotongan tumpeng dan makan bersama yang dilaksanakan di balai kampung. Acara doa bersama dibagi dalam dua sesi yaitu sesi pertama doa yang dilakukan oleh warga yang beragama hindu dan sesi yang kedua doa bersama dilakukan oleh warga yang beragama islam. Setelah doa bersama selesai dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara bersama-sama antara Kepala Kampung, tokoh agama islam dan tokoh agama hindu. Tujuan dilaksanakannya doa bersama adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada tuhan serta untuk menjaga keharmonisan warga kampung.

Acara potong tumpeng oleh kepala kampung dalam memperingati hari jadi kampung banjar dewa yang ke 8.

Dengan hari jadi yang kedelapan diharapkan kampung banjar dewa lebih baik, berkembang dan maju. Kerharmonisan warga selalu terjaga demi menjaga kerukunan umat beragama yang ada di kampung banjar dewa agar kampung banjar dewa menjadi kampung yang toleran.

(ips/badew)

1 Comment

Tinggalkan Balasan