Joged bumbung merupakan tari pergaulan dalam masyarakat bali

Pementasan joged bumbung di kampung banjar dewa dalam acara pernikahan.

Banjar Dewa( 18/07/2018): Joged Bumbung merupakan tari pergaulan yang sangat populer di Bali. Biasanya dipentaskan dalam acara-acara sosial kemasyarakatan di Bali, seperti acara pernikahan. Tarian ini ditarikan oleh penari wanita, yang kemudian mencari pasangan pria dari para penonton untuk diajak menari bersama. Tarian ini juga membutuhkan kelincahan gerak tubuh dan mata dari penarinya. Tarian ini diiringi dengan gamelan Tingklik bambu berlaras Slendro yang disebut Grantang atau Gamelan Gegrantangan.

Tarian ini awalnya adalah diciptakan untuk menghibur petani dikala sedang istirahat setelah bekerja. Tarian ini pun banyak diminati oleh masyarakat dan menjadi sebuah kelompok-kelompok seni. Persaingan yang baik dan sehat mengakibatkan para kelompok-kelompok tari berinovasi dalam menciptakan gerak dan irama. Sehingga tarian ini cepat berkembang sampai keluar daerah bali. Salah satu daerah yang memiliki kelompok tari ini adalah lampung lebih tepatnya kabupaten lampung tengah.

Pementasan joged bumbung di kampung banjar dewa dalam acara pernikahan.

Kelompok joged bumbung yang sudah sangat terkenal adalah joged bumbung dari Merapi kabupaten lampung tengah. Seringkali warga bali banjar dewa yang meminta kelompok ini untuk pentas dalam acara pernikahan. Kelompok joged ini sudah mengalami beberapa inovasi dalam gerakan dan irama. Agar dalam setiap pementasan penonton tidak merasa bosan dengan music dan gerakan penarinya. Gerakan penari joged sekarang ini, agak sedikit erotis dengan irama musik yang sedikit koplo.

Seiring perkembangan, gerakan dan irama joged sudah sedikit menyimpang dari tujuan awalnya. Sekarang ini para penari joged sudah berani bergoyang sedikit erotis yang dianggap menjurus kegerakan yang tidak baik. Para penari sudah sedikit berani menngoda para pengibing laki-laki dengan gerakan tari yang mengoda. Sehingga para pengibing laki-laki tidak segan untuk meladeni mengikuti gerakan yang dilakukan para penari joged. Sehingga sedikit banyak mengundang galak tawa dan hiteris para penonton yang menyaksikan.

Pementasan joged bumbung di kampung banjar dewa dalam acara pernikahan.

Harapan para penikmat joged, kelompok – kelompok tari joged mengembalikan kembali gerkan alami dari joged itu sendiri. Agar terjaganya tujuan diciptakan tarian joged pada awal diciptakan tarian ini. Sehingga adat dan budaya tetap dilestariakan tanpa adanya unsur-unsur yang dapat merusak seni itu sendiri.

(ips/badew)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan