Lahan perkebunan karet diubah menjadi lahan perkebunan ubi kayu (singkong )

K

Lahan karet diubah menjadi lahan pertanian singkong.

BanjarDewa(15/02/2018) : Kebun karet diubah menjadi lahan perkebunan singkong ( ubi Kayu) ini terjadi di kampung banjar dewa kecamatan banjar agung. Alasan utama warga mengubah lahannya karena harga getah karet yang terus merosot turun. Hal ini sudah dirasakan sangat lama oleh para petani karet di Banjar Dewa. Karena sudah dirasa tidak dapat mencukupi kebutuhan yang semakin tinggi maka petani banyak yang menebang pohon karet milik mereka. Saat ini hasil dari pertanian singkong sangat menyita perhatian petani karet. Karena harga singkong saat ini mencapai Rp 1600 perkilogramnya dan terus mengalami kenaikan beberapa bulan ini.

k

Lahan karet diubah menjadi lahan pertanian singkong.

Menurut salah satu petani karet bapak ketut(38) tidak banyak petani karet yang menebang pohon karetnya masih banyak yang bertahan. Petani yang meiliki lahan sedikit tidak berfikir untuk menebang pohon karetnya. Akan tetapi jika situasi harga karet masih seperti ini niscaya akan semakin banyak petani yang menebang pohon karetnya. Saat ini harga karet untuk mingguan hanya mencapi Rp 7500 sampai Rp 7800 perkilogram. Hasil dari 1 hektar karet hanya menghasilkan getahn karet seberat 80 kg. Jika dikalikan petani hanya memperoleh pendapatan sebesar Rp 600.000 dalam seminggu. Hasil tersebut tidak mencukupi biaya kebutuhan sehari-hari dan untuk biaya anak sekolah yang semakin tinggi saat ini.

k

Lahan karet diubah menjadi lahan pertanian singkong.

Harapan petani karet di Kampung Banjar Dewa keadaan seperti ini tidak terjadi lama. Karena untuk bertani singkong membutuhkan biaya yang cukup besar dalam pengolahannya. Dihitung ekonomi pertanian karet tidak membutuhkan biaya yang besar dalam pengolahannya. Petani juga berharap pemerintah dapat memberikan solusi dalam mengatasi hal ini. Karena banyak buruh penyadap karet yang beralih pekerjaan menjadi buruh harian dan buruh bangunan. Karena hasil dari buruh menyadap karet tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Semoga harga karet kembali normal agar petani karet menjadi lebih sejahtera lagi seperti sediakalanya.

(ips/badew)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan