Lilik rahmawati gadis cilik penderita penyakit usus di kampung banjar dewa

Lilik Rahmawati gadis cilik penderita penyakit usus di kampung banjar dewa.

Banjar Dewa(tuba 15/04/2018): Lilik Rahmawati, merupakan warga kampung banjar dewa rk 01. Lilik panggilan akrabnya, adalah anak pasangan dari jumingan dan Sumini(Almarhum). Anak kelas 6 sekolah dasar ini, sudah enam bulan ini menderita penyakit radang usus besar. Selam 6 bulan, lilik tidak bisa bermain denga anak seusianya. Hari-harinya dia habiskan hanya berbaring di kamar saja. Namun hal itu, tidak menyurutkan semangatnya untuk sembuh. Dengan dukungan orang tua, saudara, tetangga dan para sahabat yang membuat lilik tegar dan tabah melawan penyakitnya.

Pengobatan demi pengobatan telah dilakukan oleh ayah lilik bapak jumingan. Selama 1 bulan ini saja, lilik sudah menjalani 2 kali operasi. Operasi dilakukan kepada lilik, dilakukan oleh dokter dari rumah sakit wardi waluyo metro. Sebelum melakukan operasi, lilik pernah dirawat dirumah sakit yang ada di kecamatan banjar agung. Akan tetapi, penyakit yang diderita lilik belum diketahui pasti. Diagnosa awal lilik mengalami penyumbatan pada saluran kencing. Karena pada saat buang air kecil, lilik selalu memegangi perutnya karena kesakitan.

keadaan lilik setelah menjalani operasi pada ususnya.

Menurut penjelasan orang tua lilik bapak jumingan, anaknya sudah mengeluh sakit perut sudah lama. Setelah diperiksakan ke klinik kesehatan yang ada didekat rumah, rasa sakitnya hilang, tutur jumingan. Jumingan tidak bisa membawa anaknya kerumah sakit, karena keterbatasan biaya. Penghasilan yang hanya dari buruh penderes karet, hanya cukup untuk biaya sehari-hari saja. Namun sebagai orang tua, jumingan akan berbuat yang terbaik untuk anaknya. Lilik pun akhirnya diperiksakan kedokter spesialis penyakit dalam. Dari hasil pemeriksaan itu, diketahui lilik menderita kelainan pada usus.

Setelah penyakit yang diderita lilik diketahui, dokter menyarankan lilik harus dioperasi. mendegar hal itu, jumingan ayah lilik kaget dan sedih. Hal itu dirasakan jumingan,karena operasi membutuhkan biaya yang sangat besar bagi dirinya. Namun sebagai orang tua dan melihat wajah serta semangat lilik, semuanya akan dilakukan oleh jumingan.Dengan bantuan biaya dan dukungan moril dari keluarga dan tetangga, akhirnya lilik dibawa kerumah sakit. Lilik di bawa kerumah sakit wardi waluyo metro untuk tindakan operasinya.

Bidan desa Suwarni sedang membersihkan luka bekas operasi diperut lilik.

Doa dan semangat selalu diberikan kepada lilik agar operasinya berjalan dengan lancar. Kepedulian terhadap lilik sudah sangat besar, terutama untuk warga kampung yang bersuku jawa. Sebagai warga satu suku, keprihatinan dan bantuan dana sangatlah perlu untuk dilakukan. Dengan cara membentuk tim kecil peduli lilik, dapat dikumpulkan dana yang nantinya dapat membantu meringankan biaya rumah sakit lilik. Harapan keluarga, tetangga dan teman, lilik dapat segera sembuh. Harapan yang besar pun datang dari orang tua lilik, agar lilik bisa cepat sekolah dan bisa bermain dengan teman-temannya.

(ips/badew)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan