Gotong royong membuat siring “TPA” rk 01 banjar dewa

Pembuatan siring depan TPA rk 01 banjar dewa(Dok:KBD/fhoto Iin)

Banjar dewa(tuba,27/03/2018):Jika kita berbicara masalah gotong royong, mudah sekali kita menemukan budaya gotong royong tersebut dalam berbagai bentuk. Di kampung banjar dewa misalnya budaya gotong royong sudah berakar di masyarakatnya. Mulai dari membersihkan lingkungan, membangun rumah, melakukan kegiatan agama dan lain – lain. Budaya gotong royong merupakan juga ciri atau identitas masyarakat banjar dewa khususnya dan Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia sangat menjaga budaya gotong royong tersebut hingga dapat di amalkan dalam kehidupan sehari – hari.

Gotong royong dalam bahasa jawa berarti pikul atau angka, sedangkan royong berarti bersama – sama, sehingga jika di artikan gotong royong berarti mengangkat bersama – sama. Gotong royong juga dapat di pahami pula sebagai bentuk kerjasama aktif setiap orang untuk ikut terlibat secara langsung dalam kegiatan. Dimana di dalamnya ada nilai – nilai kebersamaan mental spiritual, penggabungan ketrampilan dan pemikiran atau nasihat. Kebersamaan yang timbul dalam gotong royong dapat melahirkan persatuan antar anggota masyarakat.

Warga Rk 01 membuat siring didepan TPA(Dok:KBD/fhoto Iin)

Seperti yang dilakukan oleh warga kampung banjar dewa rk 01, warga bergotong royong dalam membuat siring di depan tempat Pendidikan alquran (TPA). Dimulai dari pagi, warga secara bersama-sama mempersiapkan semua bahan dan perlatan yang akan digunakan. Sebagai salah satu bentuk kepedulian warga terhadap dunia pendidikan, maka warga membangun siring untuk memudahkan siswa menuju “TPA”. Selain itu, pembangunan siring untuk menghindari tersumbatnya aliran air didepan “TPA”. Dengan penuh semangat kebersamaan, warga rk 01 bahu membahu menyelesaikan pembuatan siring.

Bentuk gotong royong sangatlah masuk akal dan perlu kita tanamkan dan terapkan dalam keseharian. Dimana kerjasama yang kuat, akan terwujudnya tujuan bersama dan dapat menyelesaikan suatu permasalahan yang hadapi. Gotong royong juga dapat mengajari orang untuk rela berkorban, dimana pengorbanan tersebut dapat berbentuk apapun. Bentuk pengorbanan dimulai dari waktu, tenaga pemikiran dan bahkan harta. Semua pengorbanan tersebut di lakukan demi ke pentingan bersama, dimana tidak ada kepentingan individu, yang ada adalah kepentingan bersama.

Gotong royong ciri khas budaya masyarakat indonesia(Dok:KBD/fhoto Iin)

Diharapkan budaya gotong royong selalu dilestarikan, sebagai bentuk warisan budaya nenek moyang. Budaya gotong royong harus melekat disetiap orang, demi tercapainya tujuan bersama.

(PB/Tuba)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan