Satu hari selepas hari raya nyepi

Dharma santi umat hindu banjar dewa(Dok:KBD/fhoto Badew)

Banjar dewa(tuba,18/03/2018): Setelah melakukan tapa brata penyepian, sehari setelah itu umat hindu banjar dewa melaksanakan ngembak geni. Ngembak berasal dari bahasa yang memiliki makna “bebas” dan geni artinya ialah api. Sehingga “ngembak geni” bermakna bebas dalam menyalakan api. Dalam artian yang lebih luasnya, ngembak geni berarti terbebas dan dipersilakan kembali untuk melakukan berbagai macam aktifitas seperti sedia kala. Hal ini dimaksudkan karena ketika upacara nyepi dilakukan, seluruh aktifitas masyarakat Hindu dihentikan dan baru diperbolehkan untuk aktifitas kembali setelah hari raya nyepi itu selesai.

Persembahyangan bersama sebelum dilaksanakannya dharma santi(Dok:KBD/fhoto Badew)

Ngembak Geni merupakan serangkaian tradisi setelah Nyepi. Yang mana sebelum hari raya nyepi dilakukan melasti, pengerupukan (ngarak ogoh-ogoh) dan setelah nyepi yaitu ngembak geni. Pada saat ngembak geni biasanya umat Hindu di banjar dewa, melakukan persembahyangan memanjat syukur dan memohon agar Tuhan senantiasa selalu memberikan perlindungan-Nya. Selain itu saat Ngembak Geni juga dilakukan dharma shanti (bersilaturahmi dan saling memaafkan), baik di lingkungan teman, keluarga maupun masyarakat. Dalam kegiatan ini, tidak ada lagi batasan antara kaya dan miskin semuanya menjadi satu dalam kebersamaan.

Upacara ngembak geni umat hindu banjar dewa, dipusatkan di pura desa adat pekraman kampung banjar dewa. Setelah upacara di rumah masing-masing selesai, umat berkumpul di pura untuk melakukan persembahyangan bersama. Umat hindu banjar dewa dimulai dari anak kecil, remaja dan orang tua, berbaur menjadi satu. Setelah selesai melakukan persembahyangan, umat akan melakukan dharma santi yaitu saling maaf memaafkan satu dengan yang lainnya. Ini merupakan wujud syukur atas karunia Tuhan, dengan harapan tahun depan akan lebih baik lagi dalam menjalankan kehidupan ini.

Umat saling maaf memaafkan dalam kegiatan
dharma santi(Dok:KBD/fhoto Badew)

Setelah selesai melaksanakan dharma santi di pura, umat akan mengunjugi sanak saudara untuk bersilaturahmi. Umat akan mengunjungi tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga dan teman yang tidak bisa hadir ke pura. Keharuan dalam berdharma santi, selalu meliputi umat yang saling bersalaman dan berpelukan. Tidak sedikit umat yang meneteskan air mata, tangisan kebahagian karena tahun caka yang lalu dapat dilewati dengan penuh perjuangan. Dengan berdharma santi, umat akan membuka dan melapangkan dada dengan penuh keihklasan terhadap sesama.

Semoga tahun baru caka 1940 ini, perilaku dan perbuatan terhadap sesama manjadi lebih baik. Kebersamaan dan toleransi, lebih ditingkatkan antar sesama tanpa memandang golongan dan suku.

(**PB/Tuba)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan