Upacara melasti menyambut hari raya nyepi

Upacara melasti umat hindu di pantai pasir putih lampung(Dok:P2ADP/Fhoto Tolen)

Banjar dewa(tuba,16/03/2018) : Jelang perayaan Nyepi tahun saka 1940, ribuan Umat Hindu di povinsi lampung gelar upacara melasti di pantai pasir putih , rabu 14 Maret 2018. Proses melasti dilaksanakan secera serentak, tergantung dengan wilayahnya masing-masing. Dengan memakai baju adat warna putih dan kuning, Umat Hindu berjalan menuju pantai pasir putih. Sejak pagi umat hindu memadati pantai pasir putih yang ada di Kotamadya bandarlmapung.

Tahun baru Saka bagi umat Hindu Bali merupakan kesempatan untuk memulai kembali kehidupan dengan hati yang suci. Melalui ritual amati geni pada Hari Raya Nyepi, setiap umat Hindu pada hakikatnya mendapat kesempatan untuk mengevaluasi capaian hidupnya selama satu tahun. Perbuatan dan perilaku dalam kehidupan yang lalu dan menyusun ulang rencana hidup satu tahun mendatang. Mendahului tahapan tersebut, pada 2 sampai 4 hari menjelang Nyepi, masyarakat Hindu Bali melakukan ritual pensucian diri dan lingkungannya. Ritual tersebut dinamakan upacara melasti.

Rombongan melasti dari pura dalem ped banjar dewa tiba di pantai pasir putih(Dok:P2ADP/Fhoto Tolen)

Upacara melasti atau melelasti dapat didefinisikan sebagai menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan. Dalam kepercayaan Hindu, sumber air seperti danau dan laut dianggap sebagai asal tirta amerta atau air kehidupan.Sumber-sumber air tersebut memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk hidup, termasuk umat manusia. Karena itulah, upacara melasti selalu diadakan di tempat-tempat khusus seperti tepi pantai atau tepi danau.

Dalam upacara ini, masyarakat akan datang secara berkelompok ke sumber-sumber air seperti danau dan laut. Setiap kelompok atau rombongan berasal dari satu kesatuan wilayah yang sama, semisal dari banjar atau desa yang sama. Setiap rombongan tersebut akan datang dengan membawa perangkat-perangkat keramat peribadahan, yaitu arca, pratima, dan pralingga dari pura yang ada di wilayah masing-masing untuk disucikan. Setiap anggota masyarakat juga menyiapkan sesajian sesuai kemampuan masing-masing. Sajian ini merupakan bagian dari pelengkap upacara melasti.

Rombongan melasti bersiap melakukan persembahyangan bersama(Dok:P2ADP/Fhoto Tolen)

Sebelum pelaksanaan ritual, biasanya panitia dari tiap rombongan (banjar atau desa) akan menyediakan sebuah meja atau panggung yang diposisikan membelakangi laut atau danau. Meja ini merupakan tempat untuk meletakkan berbagai perangkat suci peribadahan dari pura beserta beraneka jenis sesajian. Seluruh anggota rombongan kemudian duduk bersila menghadap ke arah jajaran perangkat ibadah dan sesajian tersebut, sekaligus menghadap ke sumber air suci. Pemuka agama (pemangku) setempat kemudian akan memimpin berjalannya prosesi upacara.

Karena itu, sepanjang hari keempat hingga hari kedua sebelum Nyepi, di seluruh lampung akan terlihat rombongan masyarakat dengan pakaian sembahyang yang datang silih berganti ke tepi pantai atau danau.

(**PB/Tuba)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan