Festival ogoh-ogoh sekabupaten tulang bawang

Buapati dan Wakil bupati menaiki ogoh-ogoh menuju podium(Dok:KBD/Fhoto Badew)

Banjar dewa(tuba 12/03/2018): Dalam rangka menyambut tahun baru caka 1940, “PHDI” dan “Peradah” tulang bawang menyelenggarakan festival ogoh-ogoh. Selain menyambut tahun baru caka 1940, tujuan dari festival ini adalah untuk mengapresiasi kreatifas pemuda bali. disamping itu, festival ini juga untuk melestarikan adat budaya bali dan menjalin silahturahmi antar adat pekraman setulang bawang.

Festival ogoh-ogoh tahun 2018, merupakan festival yang ke 3 diselenggarakan. Untuk tahun ini, festival di pusatkan di kampung banjar dewa pada tanggal 11/03/2018. Hadir dalam festival tersebut yaitu bupati dan wakil bupati, Ketua DPRD, anggota DPRD provinsi, Kapolres, kadispora, Camat dan ketua forum camat serta kepala kampung banjar dewa. Festival yang ke 3 ini, di buka langsung oleh bupati dan wakil bupati tulang bawang dengan memukul gong 3 kali.


Bupati Hj. Winarti,SE,MH dan wakil bupati Hendriwansyah memukul gong tanda dibukanya festival ogoh-ogoh(Dok:KBD/Fhoto Badew)

Dalam sambutannya, bupati tulang bawang Hj.Winarti SE MH menyambut baik festival tahun ini. Dengan acara perlombaan seperti ini, Winarti mengajak untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, bupati juga mengapresiasi kreatifitas para tokoh dan pemuda bali dalam pembuatan ogoh-ogoh. Winarti juga menambahkan, bahwa keanekaragaman budaya jangan dijadikan perbedaan akan tetapi jadikan suatu kebersamaan. Dengan kebersamaan, maka apa yang menjadi tujuan dari tulang bawang akan tercapai.


Sambutan bupati tulang bawang Hj. Winarti SE,MH dalam fetival ogoh-ogoh sekabupaten tulang bawang(Dok:KBD/Fhoto Badew)

Penilaian dalam perlombaan ogoh-ogoh menurut dewan juri, bahwa penilaian dinilai dari keserasian antara tema ogoh-ogoh dengan narasinya. Selain itu, penilaian juga dilihat dari keserasian antara irama tabuh dengan penari ogoh-ogoh. Hasil keputusan dewan juri, pemenang untuk juara 3 diraih dari adat pekraman bali indah kecamatan banjar baru. Pemenang untuk juara ke 2, diraih adat pekraman mekar dewata kecamatan banjar agung. Pemenang juara ke 1,diraih oleh adat pekraman banjar dewa kecamatan banjar agung.

Para pemenang festival ogoh-ogoh sekabupaten tulang bawang(Dok:KBD/Fhoto Badew)

Semoga melalui festival ogoh-ogoh ini, budaya dan adat dapat dilestarikan khususnya untuk warga bali. Diharapkan, festival tidak dijadikan ajang untuk menunjukan kekuatan dan kehebatan setiap adat pekraman. Dengan festival ini, semoga persatuan dan kesatuan serta silahturahmi antar adat pekraman tetap terjaga dan terjalin dengan baik dan harmonis.

(**PB/Tuba)

2 Comments

Tinggalkan Balasan