Pelantikan dan pengukuhan pps sekabupaten tulang bawang

Komisioner komisi pemilihan umum tulang bawang(Dok:KBD/Fhoto Badew)

Banjar dewa(tuba 09/03/2018): Pada hari kamis tanggal 08/03/2018, KPU tulang bawang melaksanakan pelantikan dan pengukuhan “PPS” sekabupaten tulang bawang. Pelantikan dan pengukuhan ini, sesuai dengan surat keputusan “KPU” tulang bawang no:08/SD 22/AK.03.1/KDT/1805/KPU.KAB/III/2018. Surat keputusan tersebut berisi tentang penetapan dan pengangkatan anggota “PPS” sekabupaten tulang bawang dalam pemilu tahun 2019.

Acara pelantikan dan pengukuhan anggota pps, dilaksanakan di gedung serba guna menggala. Hadir dalam acara tersebut komisioner KPU,kapolsek menggal, dandim 0426 menggala, kesbangpol, rohaniawan dan “PPk” sekabupaten tulang bawang. Acara yang dibuka langsung oleh ketua “KPU” tulang bawang bapak Raka Punata SH, dimulai pada pukul 13.00 wib. Pelantikan dan pengukuhan ini, dilaksanakan atas tindak lanjut hasil evaluasi kinerja “PPS” sekabupaten tulang bawang yang dilakukan oleh “PPK” dan “KPU”.

Sambutan ketua “KPU” tulang bawang Raka Punata,SH(Dok:KBD/Fhoto Badew)

Dalam sambutannya ketua KPU tulang bawang Raka Punata mengatakan, rasa terimakasihnya kepada “PPDP” yang sudah 2 bulan ini berjibaku dengan data pemilih. Dengan bantuan dari “PPDP”, data pemilih dalam pemilu akan menjadi lebih falid. Tidak lupa juga Raka mengucapkan terimakasihnya kepada semua “PPS”, yang sudah bekerja dan memonitoring kegiatan “PPDP” disetiap kampungnya. ketua “KPU” juga menhimbau, semua “PPS” untuk lebih giat lagi dalam menjalankan tugas.

Disamping itu raka juga menjelaskan bahwa pelantikan dan pengukuhan ini, merupakan hasil evaluasi kinerja semua anggota “PPS” disetiap kampung. Angota “PPS” yang dilantik dan dikukuhkan hari ini, akan berkerja pada pemilu legeslatif, DPD, presiden dan wakil presiden tahun 2019. Anggota “PPS” dan Anggota “KPU” merupakan bidan yang melahirkan orang yang akan menjadi pemimpin dan wakil rakyat. Anggota “PPS” diharapkan bekerja harus netral dan sesuai dengan kode etik yang berpedoman pada demokrasi negara republik indonesia.

Penandatanganan fakta integritas dan sumpah jabatan saat pelantikan(Dok:KBD/Fhoto Badew)

Setelah dilantik dan diambil sumpah, diharapkan anggota “PPS” bisa bekerja penuh tanggungjawab. Anggota “PPS” diharapkan tidak memihak salah satu pasangan calon demi terciptanya pemilu yang jurdil.

(**Badew/Tuba)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan