Pertemuan antara pengurus “BUMKam” banjar agung dengan pedamping desa

Rapat Konsultasi antara BUMKam,Pemerintah Kampung dengan Pedamping Desa 21/02/2018.(Dok:KBD/Fhoto Badew).

Banjar Dewa-Banjar Agung(Tuba,23/02/2018) : Pada hari Rabu 21/02/2018 bertempat di balai Kampung Banjar Dewa, Pengurus BUMKamp Banjar Dewa mengadakan pertemuan dengan Pedamping Desa (PD) dan Pemerintah Kampung. Pertemuan ini, membahas tentang evaluasi dan pencarian solusi masalah yang dihadapi oleh BUMKamp Banjar Dewa. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua BUMKamp I Wayan Wijana, Fahmi selaku Pedamping Desa, Ni Putu Yudiasih Selaku PLD, Asri Susilowati Kepala Kampung dan M.Barakah Sekdes Banjar Dewa. Pertemuan yang dimulai pukul 13.00 WIB dan berakhir pukul 15.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas masalah yang dihadapi oleh BUMKamp Banjar Dewa selama ini. Di mulai masalah tentang tata kelola BUMKamp, sampai dengan tata cara administrasi keuangan. Masalah tata kelola, selama ini pengurus BUMKamp masih belum begitu paham mengenai apa dan bagaimana tata kerja dalam mengelola BUMKamp. Dalam masalah Administrasi keuangan, terkendala dengan SDM yang dimiliki oleh BUMDKamp. Maka dari itu, dipandang perlu diadakan pertemuan ini agar dicarikan solusinya. selain itu, pertemuan ini juga untuk mengevaluasi kinerja BUMKamp yang sudah dijalankan di Kampung Banjar Dewa.

Pedamping Desa Fahmi(kedua Kiri) memberikan penjelasan dalam pertemuan konsultasi dengan BUMKam Banjar Dewa.(Dok:KBD/Fhoto Badew)

Diawali dari sambutan Pedamping Desa Fahmi, konsultasi secara intern di mulai secara santai. Dalam sambutannya fahmi mengatakan, bahwa tujuan pertemuan ini bukan untuk ajang mencari kesalahan. Lebih jauh pertemuan ini, untuk mencari solusi kendala-kendala yang dihadapi oleh Pengurus BUMKamp. Pertemuan ini, sebagai silahturahmi antara Pedamping Desa, Pemerintah Kampung dan Pengurus BUMKamp. Melihat dari tugas dan fungsinya PD, maka sewajarnya PD melaukan konsultasi dan membimbing Kampung yang di dampinginya, ungkap fahmi.

lebih lanjut fahmi menjelaskan, bahwa BUMKamp berbeda dengan bidang pembangunan fisik. BUMKamp adalah suatu kegiatan unit usaha, mau sampai kapan pun akan timbul suatu pertanyaan dari warga mengenai BUMkamp. Karena sesuai dengan tujuan awal dibentuknya BUMKamp/BUMDes, salah satunya adalah membantu kesejahteraan masyarakat.BUMKamp harus mempunyai unit usaha yang jelas, dan harus dikelola dengan baik agar hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat. BUMKamp dijalankan, harus sesuai dengan AD-ART dan sesuai dengan Perdes yang ditetapkan secara bersama-sama, Jelas Fahmi.

Pengurus BUMKamp Banjar Dewa, tampak serius memperhatikan penjelasan dari Pendamping Desa(Dok:KBD/Fhoto Badew)

BUMKamp yang dibentuk oleh Kampung Banjar Dewa awalnya adalah peternakan Kambing, seiring jalannya waktu diubah ke unit usaha Pinjaman. Menurut keterangan dari ketua BUMKamp Wayan Wijana perubahan ke unit usaha ternak kambing ke pinjaman, karena unit usaha ternak kambing tidak berkembang. Alasan utamanya yaitu perawatan yang cukup mahal, pemasarannya pun sangat sulit saat ini. melalui pertemuan ini, pengurus Bumkam meminta solusi dalam pelaporan anggaran yang sudah masuk ke unit usaha ternak kambing. Selama ini, pengurus mengalami kesulitan karena dalam hal administrasi keuangan, Ungkap Wijana.

Hal senada juga disampaikan oleh Asri Susilowati, bahwa selaku Kepala Kampung baru belum begitu faham tentang tata kelola BUMKamp yang sudah ada. Pemerintahan Kampung yang lama, belum pernah sekali pun memberikan pemahaman tentang unit usaha yang dijalankan oleh Kampung. Dalam hal pelaporan, SDM yang dimiliki BUMKamp masih belum begitu baik sehinga pelaporan sulit untuk dimengerti. Dengan adanya pertemuan ini, Asri mengucapkan terimakasihnya kepada Pedamping Desa dan PLD. Semoga dengan sudah diadakannya pertemuan ini, apa yang sudah dievaluasi agar dapat dicarikan solusinya, ungkap Asri.

Pertemua-pertemuan seperti ini, harus dilaksanakan secara rutin. Selain sebagai media konsultasi dan evaluasi, pertemuan ini bisa menjadi tempat sharing bersama. Dengan harapan kedepan, pengelolaan BUMKamp di Kampung Banjar Dewa dapat berkembang lebih maju lagi.

(**Badew/Tuba)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan