Gotong royong ciptakan lingkungan asri, bersih, sehat , sederhana dan bernilai positif.

Warga sedang mendengarkan arahan dari Kepala Kampung Asri Susilowati setelah selesai melaksanakan gotong royong.(Dok:KBD/fhoto Badew)

Banjar Dewa-Banjar Agung(Tuba,13/02/2017): Jum’at Bersih adalah suatu kegiatan yang dilakukan pada hari Jumat, dimana warga melakukan aktvitas bersih-bersih yang bersifat gotong royong. Di Indonesia, sebagian besar masyarakatnya melaksanakan kegiatan ini secara rutin dan sudah menjadi kegiatan yang umum dilakukan oleh masyarakat. Manfaat dari kegiatan Jumat Bersih antara lain yaitu lingkungan menjadi bersih, menumbuhkan rasa saling peduli dalam hal kebersihan, dan menguatkan tali silaturahmi dengan masyarakat. Namun pada kenyataannya, kegiatan Jumat Bersih ini tidak dapat terlaksana dengan baik. Dengan masuknya era globalisasi, minat masyarakat untuk gotong royong dalam kegiatan Jumsih ini semakin berkurang dari waktu ke waktu. Tentu saja ini sangat memprihatinkan karena melemahkan kebudayaan gotong royong di masyarakat.

Dalam menumbuhkan kembali kegiatan gotong royong tersebut, Kampung Banjar Agung hari jum’at tanggal 09/02/2018 mengadakan pembersihan di areal Lapangan. Kegiatan yang dilaksanakan dibawah rintik hujan, tidak menyurutkan semangat para warga dalam melakukan gotong royong tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan jum’at pagi tersebut, tidak hanya dilakukan oleh bapak-bapak. Akan tetapi, ibu-ibu PKK pun ikut serta dalam kegiatan tersebut. Dengan penuh semangat kegotong royongan, warga secara Bersama-sama memotong rumput yang ada di lapangan Banjar Dewa. Guna meningkatkan rasa kebersamaan dan kekompakan antar warga dan menciptakan lingkungan yang asri, bersih dan sehat, warga Kampung Banjar Dewa, Kecamatan Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang. Warga sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan lapangan sepak bola.

Semangat yang ditunjukan oleh warga, dalam Gotong royong membersihkan lapangan Kampung Banjar Dewa.(Dok:KBD/Fhoto Badew)

Kepala Kampung Banjar Dewa Asri Susilowati, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada warga yang hadir dalam gotong royong tersebut. Asri menjelaskan, Gotong royong menunjukan kebersamaan dan persatuan yang harus selalu terjaga dengan baik. Kegiatan ini juga, menunjukan rasa kebersamaan sesama warga Kampung yang bertujuan untuk kepentingan bersama. Jika dilihat sekilas, gotong royong tampaknya hanya terlihat seperti suatu hal yang mudah dan sederhana. Namun dibalik kesederhanaan tersebut, gotong royong menyimpan berbagai nilai yang mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat. Nilai-nilai positif dalam gotong royong antara lain terciptanya kebersamaan, persatuan, tolong menolong dan terciptanya silaturahmi yang baik antar masyarakat, jelas Asri.

Kegiatan jum’at bersih ini, sesuai denga instruksi dari Bupati Tulang Bawang Ibu Winarti,SH,MH. Gotong royong jum’at bersih, merupakan slogan dari Kabupaten Tulang Bawang saat ini. Dengan tujuan, agar menjaga lingkungan Kampung menjadi bersih dan enak untuk dipandang. Kegiatan ini, sebagai salah satu bentuk dari kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan lingkungan yang bersih, maka lingkungan menjadi sehat. Jum’at bersih tidak hanya dilakukan lingkungan saja, melainkan dilingkungan pemerintah Daerah, Kecamatan dan Kampung. Sebagai wujud dari pelayanan yang baik, maka lingkungan kantor pelayanan harus bersih dan rapi.

Ibu-ibu PKK yang ikut serta dalam Gotong royong sedang mengumpulkan rumput yang sudah dipotong dengan sapu.(Dok:KBD/Fhoto Badew)

Jika dilihat sekilas, gotong royong tampaknya hanya terlihat seperti suatu hal yang mudah dan sederhana. Namun dibalik kesederhanaannya tersebut, gotong royong menyimpan berbagai nilai yang mampu memberikan nilai positif bagi masyarakat. Nilai-nilai positif dalam gotong royong antara lain:

1. Kebersamaan
Gotong royong mencerminkan kebersamaan yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat. Dengan gotong royong, masyarakat mau bekerja secara bersama-sama untuk membantu orang lain atau untuk membangun fasilitas yang bisa dimanfaatkan bersama.

2. Persatuan
Kebersamaan yang terjalin dalam gotong royong, sekaligus melahirkan persatuan antar anggota masyarakat. Dengan persatuan yang ada, masyakarat menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi permasalahan yang muncul.

Antusias yang diwujudkan oleh warga, dalam gotong royong meskipun dibawah rintik hujan.(Dok:KBD/Fhoto Badew)

3. Rela berkorban
Gotong royong mengajari setiap orang untuk rela berkorban. Pengorbanan tersebut dapat berbentuk apapun, mulai dari berkorban waktu, tenaga, pemikiran, hingga uang. Semua pengorbanan tersebut dilakukan demi kepentingan bersama. Masyarakat rela mengesampingkan kebutuhan pribadinya untuk memenuhi kebutuhan bersama.

4. Tolong menolong
Gotong royong membuat masyarakat saling bahu-membahu untuk menolong satu sama lain. Sekecil apapun kontribusi seseorang dalam gotong royong, selalu dapat memberikan pertolongan dan manfaat untuk orang lain.

5. Sosialisasi
Di era modern, kehidupan masyarakat cenderung individualis. Gotong royong dapat membuat manusia kembali sadar jika dirinya adalah maskhluk sosial. Gotong royong membuat masyarakat saling mengenal satu sama lain sehingga proses sosialisasi dapat terus terjaga keberlangsungannya.

Warga bercampur baur dalam gotong royong yang dilaksanakan sebagai wujud kebersamaan.(Dok:KBD/Fhoto Badew)

Dalam perspektif sosiologi budaya, nilai gotong royong adalah semangat yang diwujudkan dalam bentuk perilaku atau tindakan individu. Gotong royong dilakukan, tanpa mengharap balasan untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama demi kepentingan bersama atau individu tertentu. Gotong royong menjadikan kehidupan manusia Indonesia lebih berdaya dan sejahtera. Dengan gotong royong, berbagai permasalahan kehidupan bersama bisa terpecahkan secara mudah dan murah.

(Putu Badew/Tuba)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan