Komoditas pertanian warga kampung banjar dewa

Komoditas Pertanian Kampung Banjar Dewa.(Dok:KBD/Fhoto Putu Badew)

Banjar Dewa-Banjar Agung(Tuba,06/02/2018): Kata komditas berasal dari bahasa latin yaitu commoditas yang artinya kualitas yang baik, cara untuk mengukur sesuatu, nilai tambah dan juga kemampuan untuk menghasilkan sesuatu. Jadi dapat disimpulkan, komoditas dapat diartikan sebagai benda atau barang yang dapat diperdagangkan dan dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu. Barang yang dijadikan komoditas, harus dapat diserahkan secara fisik. Kata komoditas banyak digunakan untuk perdagangan dan kegiatan ekonomi. Komoditas sendiri memiliki harga atau bisa dinilai dengan uang. Komoditas pertanian setiap wilayah indonesia berbeda-beda, sesuai dengan kultur lahan dan wilayahnya.

Pemilihan komoditas dalam budidaya tanaman dapat dilakukan berdasarkan iklim, ketinggian tempat, kesesuaian lahan, dan permintaan pasar. Setiapa tanaman budidaya mempunyai sifat hidup yhang khusus dimana hal itu tidak sama antara tanaman satu dengan yang lainnya. Seperti tanaman strawberry yang hanya bisa hidup dan berkembang di daerah subtropics, sedangkan mangga dapat berkembang pada daerah tropis. Hal ini iklim sangat berpengaruh terhadap perkembangan tanaman budidaya. Menekankan pentingnya pemilihan jenis komoditas berdasarkan perimbangan teknis dan ekonomi serta permintaan konsumen di pasar harus di perhitungkan, karena hal tersebut dapat memacu perkembangan hasil budidaya yang harus dikembangkan. Ada banyak komoditas pangan yang terdapat di prtanian Indonesia di antaranya adalah jenis padi-padian. Yang termasuk Janis padi ini adalah sorghum, jagung dan terigu. Jenis padi inilah yang dikembangkan di sebagian besar lahan pertanian Indonesia. Selain itu juga ada jenis umbi-umbian yang dikembangkan di Indonesia misalnya ubi jalar, talas, kentang, ubi kayu dan kentang.

Di Kampung Banjar Dewa, komoditas pertanian yang menjadi usaha para warga adalah :

1. Singkong
Pertanian Singkong, merupakan usaha pertanian yang baling banyak dilakukan oleh warga. Ada 2 jenis singkong yang ditanam oleh warga yaitu sinkong makan dan singkong racun. Singkong makan, biasanya ditanam oleh petani untuk memenuhi bahan pangan tambahan disamping beras. Sedangkan singkong racun, merupakan singkong sebagai bahan pokok untuk tepung tapioka. Komoditas pertanian ini, banyak diminati oleh warga kampung karena hasil yang di peroleh sangat menggiurkan. Selain itu usaha pertanian singkong, panen dapat dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun. Pemasaran hasil panennya pun lebih mudah dan cepat, karena penjualan dapat dilakukan secara langsung ke pabrik produksi tapiokanya.

Singkong yang baru berumur 2 bulan milik petani di Kampung Banjar Dewa(Dok:KBD/Fhoto Putu Badew)

2. Karet
Karet, merupakan komoditas perkebunan ke dua yang ditekuni oleh warga selain singkong. Tanaman produksi karet, sedikit lebih lama dalam siap produksi. Dari mulai tanam sampai dengan panen, membutuhkan waktu 5 tahun lebih. Pemasaran getah karet warga Kampung, ada yang jual mingguan dan ada yang jual bulanan. Warga yang menjual secara mingguan, penjualan dilakukan langsung kelapak-lapak pengembul karet. Sedangkan penjualan secara bulanan, petani akan melakukan secara tender dengan agen karet. Keunggulan dari tanaman karet adalah perawatan tidak memerlukan biaya yang mahal, hanya melaukan pembersihan dibawah pohon karet dan pemupukan dapat dilakukan 1 tahun 1 kali. Kelemahan tanaman karet, saat musim gugur daun hasil yang diperoleh menjadi lebih sedikit.

Tanaman Karet milik warga yang sudah siap deres.(Dok:KBD/Fhoto Putu Badew)

3. Jagung
Jagung, merupakan komoditas pertanian yang sedikit diminati oleh para warga Kampung Banjar Dewa. Alasan utamanya, biaya dalam usaha pertanian jagung sangat besar. Selain itu, tanaman jagung harus mendapatkan perawatan ekstra dalam pemeliharaannya. Komoditas pertanian ini, biasa dilakukan oleh warga disaat musim penghujan turun. Saat musim kemarau tanaman jagung sangat sulit untuk hidup, karena tanaman sifatnya harus banyak mendapat suply air. Keunggulan dari usaha pertanian ini, panen lebih cepat yaitu 3 bulan. Pemasaran hasil panen, para petani akan menjual secara langsung dengan pembeli setelah bijinya dipisah dari janggalnya.

Tanaman Jagung milik petani di Kampung Bnajr Dewa yang siap panen.(Dok:KBD/Fhoto Putu Badew)

Dari ketiga jenis komoditas pertanian yang ada di Kampung Banjar Dewa, Hanya pertanian singkong dan karet yang paling banyak ditekuni oleh para warga. Dilihat dari keadaan wilayahnya yang merupakan daerah perkebunan dan peladangan tadah hujan, sangatlah cocok untuk usaha pertanian yang bersifat tanaman keras. Pertanian yang ada di Kampung Banjar Dewa, dilakukan oleh warga hanya bersifat kebiasaan dan tidak memiliki keahlian khusus.Musim tanam singkong dan jagung, dilakukan oleh petani dimulai sekitar bulan 9. Alasan penanaman dibulan 9, karena bulan ini awal turunnya hujan. Pengolahan tanah, dilakukan dengan bantuan alat mesin traktor agar lebih cepat dalam pengolahan dan efisien harga.

Harapan para petani Warga Kampung Banjar Dewa, adanya peranan dari pemerintah Kampung dalam pengadaan bibit pertanian. selain itu, petani juga berharap, adanya penyuluhan pertanian yang dapat membantu dalam peningkatan hasil panen. Dalam hal pemasaran, petani mengharapkan agar pemerintah Kampung dan Pemerintah Daerah dapat menyediakan informasi harga komoditi tersebut. Dengan Tujuan, agar petani tidak dirugikan oleh para pelaku pasar.

(Putu Bade/Tuba)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan