Pembentukan kelompok kasih ibu “KKI” kampung banjar dewa

Pembentukan Kelompok Kasih Ibu untuk Ibu Hamil di Kampung Banjar Dewa.(Dok KBD/Fhoto Suwarni)

Banjar Dewa-Banjar Agung(Tuba,29/01/2018): Kelompok Kasih Ibu adalah kegiatan yang sasaran utamanya yaitu ibu-ibu hamil yang ada disetiap Kampung, dengan tujuan memberikan pemantauan kesehatan bagi ibu dan janin. Kehamilan merupakan pengalaman yang sangat mengesankan bagi perempuan, terlebih lagi kehamilan pertama yang merupakan peristiwa kehidupan yang besar maknanya. Kehamilan dan persalinan, memberikan kontribusi terhadap banyaknya Angka Kematian Ibu ( AKI ) dan Angka Kematian Bayi ( AKB ). Usaha untuk menurunkan AKI dan AKB, dapat dilakukan dengan upaya preventif dan promotif. Usaha-usaha yang dimaksud yaitu dengan melibatkan semua unsur masyarakat dan dilakukan secara terus menerus dan konsisten. Strategi yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk Kelompok Kasih Ibu Hamil disetiap Kampung, dengan harapan tetangga dapat memantau kesehatan ibu hamil yang ada disekitar lingkungan mereka.

Kegiatan yang dilakukan dalam KKI yaitu dengan cara Pencanagan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Kehamilan ( P4K ). Kegiatan dalam P4K yaitu pertama pencatatan data kehamilan dengan cara menempelkan stiker data kehamilan disetiap rumah, sehingga dapat memantau keadaan dan kesehatan kehamilan. Kedua melakukan program donor darah, sebagai upaya antisipasi terhadap terjadinya pendarahan yang dokoordinir oleh Bidan Desa. Ketiga merencanakan dan menyiapkan alat trnsaportasi, jika kehamilan memerlukan rujukan. keempat perencanaan masalah pembiayaan, serta meninformasikan ketersedian bantuan dana yang dibutuhkan.

Pendataan Ibu Hamil yang dilakukan oleh Kelompok Kasih Ibu. (Dok KBD/Fhoto Suwarni)

Melalui kerjasama Bidan Desa dan pihak Puskesmas Tuba 1, maka pada hari senin tanggal 29/01/2018 di Kampung Banjar Dewa mulai dibentuk Kelompok Kasih Ibu. Kegiatan yang merupakan bagian dari kesehatan ibu hamil ini, mendata semua warga Kampung Banjar Dewa yang hamil. Tujuannya, agar kesehatan dan perkembangan ibu hamil dan janin dapat terpantau secara baik. selain itu, kegiatan ini juga ingin menumbuhkan kesadaran warga untuk ikut berperan serta dalam memantau kesehatan ibu hamil di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Peran serta warga dibutuhkan untuk dapat menginformasikan keadaan dan keluhan yang dialami oleh ibu hamil kepada tenaga kesehatan. Melalui informasi warga, tenaga kesehatan akan dengan mudah untuk mengambil tindakan yang diperlukan.

seperti yang dijelaskan oleh Bidan Desa Suwarni Dedy, A.Md Keb, pembentukan KKI Kampung Banjar Dewa adalah dengan sasaran warga yang Hamil. Mengikutsertakan tetangga kanan kiri, depan belakang dan RT untuk memantau kesehatan ibu hamil disekitar lingkungan mereka. Peran aktif tetangga dibutuhkan, karena pemantauan kesehatan dan perkembangan ibu hamil tidak hanya tugas dari tenaga kesehatan saja. Peran aktif tetangga yang dimkasud adalah dengan memberikan informasi kesehatan dan perkembangan warga mereka yang hamil. Kegiatan yang kami lakukan dalam KKI kali ini yaitu mencatat identitas ibu Hamil, prediksi tanggal persalinan dan calon pendonor darah. selain itu, kami juga memberikan penjelasan tentang tabulin ( Tabungan Ibu Bersalin ) yaitu rencana biaya yang akan digunakan dalam persalinan. Tabulin yang dimaksud adalah biaya persalinan melalui BPJS, Jampersal atau biaya secara umum. Dalam kegiatan KKI ini kami juga menentukan tempat persalinan yang akan digunakan, apakah melalui Rumah Berasilin, Peskes atau Rumah Sakit dengan tujuan menekan AKI dan AKB, jelas Suwarni.

Pemasangan stiker data Ibu Hamil oleh Kelompok Kasih Ibu.(Dok:KBD/Fhoto Suwarni)

Kegiatan KKI yang dilaksanakan oleh Kader Kesehatan dan Tenaga Kesehatan Peskes Tuba 1, mendapat respon yang sangat baik dari ibu-ibu hamil Kampung Banjar Dewa. Ibu-ibu hamil merasa mendapat perhatian tidak hanya dari keluarga, akan tetapi dari tetangga dan kader kesehatan yang ada di Kampung. Dengan harapan, kelancaran saat persalinan dengan adanya bantuan dari KKI. Peran dari KKI diharapkan warga tidak hanya sebatas pemantauan kesehatan, melainkan hal-hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama kehamilan. Dengan adanya KKI ini, warga yang hamil juga berkeinginan KKI dapat membantu masalah nutrisi dan gizi untuk ibu hamil secara rutin.

Dengan dibentuknya KKI di Kampung Banjar Dewa, diharapkan dapat menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Dapat memberikan kesadaran tinggi kepada warga, yang memiliki tetangga dalam keadaan hamil. Kesehatan dan Perkembangan ibu hamil, harus mendapat perhatian dari semua warga yang berada disekitarnya. Demi tercapainya maksud dan tujuan dari Kelompok Kasih Ibu yang sudah dibentuk di Kampung Banjar Dewa.

(Putu Badew/Tuba)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan