Penyelesaian jalan underlagh program “GSMK” tahun 2017 kampung banjar dewa

Jalan Underlagh Program GSMK Tahun 2017 Kampung Banjar Dewa RK 04.(Dok: KBD/Photo PBT)

Banjar Dewa-Banjar Agung(Tuba, 26/01/2018): GSMK Adalah Gerakan Serentak Membangun Kampung, program ini dicetuskan oleh Bupati Tulang Bawang dan Wakil Bupati Tulang Bawang Periode 2012-2017. GSMK merupakan program Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang yang dilaksanakan sejak tahun 2013, yang diarahkan untuk mendorong terciptanya pembangunan dari, oleh dan untuk masyarakat. Melalui Program ini, Pemkab memberikan bantuan dana langsung sebagai stimulan kepada Kampung-Kampung di Kabupaten Tulang Bawang. pengelolaan GSMK melibatkan partisipasi masyarakat, untuk membangun sarana dan prasarana ( Infrastruktur ) yang dibutuhkan. GSMK bertujuan untuk meningkatkan pemerataan pembangunan daerah, yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat Tulang Bawang.

Mekanisme pencairan dana GSMK tahun 2017 memang sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. tahun ini, pencairan dana GSMK tidak 100% dari Rencana anggaran, dengan alasan adanya defisit anggaran di Pemda. Rencana anggaran awal dari pemda sebesar Rp 225.000.000, sedangkan direalisasikan sebesar Rp 145.000.000 untuk setiap Kampung. Dengan demikian, setiap Kampung yang melaksanakan program GSMK tahun 2017 mengalami defisit anggaran sebesar Rp.80.000.000. Meskipun demikian, pengerjaan program GSMK untuk tahun 2017 harus tetap diselesaikan sesuai dengan anggara yang diterima. Dengan maksud, agar tujuan dari program GSMK dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Para Pekerja sedang mengerjakan pemecahan batu, sebelum dipasang/disusun kebadan jalan yang akan diunderlagh.(Dok: KBD / Photo PBT)

Di Kampung Banjar Dewa, pelaksanaan program GSMK tahun anggaran 2017 sudah selesai dilaksanakan oleh Pokmas Kampung Banjar Dewa. Pembangunan jalan underlagh sepanjang 520 Meter ini, dimulai pengerjaan dari bulan juli 2017 dengan dana sebesar Rp. 145.000.000. Pengerjaannya sempat tertunda cukup lama, karena Pokmas Banjar Dewa menunggu untuk pencairan Dana GSMK tahap kedua. Setelah dana GSMK dicairkan bulan November 2017, penyelesaian pengerjaannya dikebut oleh Pokmas agar selesai sesuai dengan jadwal yaitu akhir tahun 2017. Meskipun sudah dioptimalkan pengerjaannya, penyelesaiannya mundur hingga pertengahan bulan Januari 2018. Faktor utama penyebab mundurnya penyelesaian yaitu cuaca yang tidak menentu dan lambatnya mesin wales yang datang.

Seperti yang dikatakan oleh Rodimin ketua Pokmas Banjar Dewa, pengerjaan awal kami sudah membuat badan jalan sepanjang 800 Meter di RK 04. Batu belah kami kondisikan sesuai dengan anggaran yang ada dan kami kerjakan pemecahan, sempat kami hentikan pengerjaannya karena kekurangan dana untuk tahap pertama dan tidak berani untuk menggunakan dana talangan. Setelah adanya informasi akan adanya perubahan anggaran, kami menghitung ulang panjang jalan yang akan diunderlagh untuk menyesuaikan dengan anggaran di terima. Setelah didapat hasil perhitungannya, kami sepakati bahwa pengerjaan underlagh yang bisa dibangun menjadi 520 Meter. Bahan material yang sudah seperti batu belah kami stop pemecahannya seseuai dengan panjang underlagh yang akan dikerjakan dan kami koordinasikan dengan suplayer untuk kami pulangkan sisanya, tutur Rodimin.

Proses pewalesan/pengerasan Jalan underlagh, sebelum penebaran pasir sebagai proses terakhir yang dilakukan.(Dok: KBD / Photo PBT)

Dengan adanya program GSMK yang sudah berjalan selama 4 tahun, sedikit banyak sudah membawa perubahan pembangunan infrastruktur di Kampung Banjar Dewa Khususnya. Masyarakat Banjar Dewa melalui Pokmasnya, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten tulang Bawang untuk program GSMK. Dengan program GSMK yang dicanangkan, sangat membantu pembangunan jalan Kampung menjadi lebih baik. Dengan jalan yang baik, memudahkan masyarakat Kampung Banjar untuk mengeluarkan hasil pertaniannya. Hubungan antar Kampung menjadi lebih mudah atau dengan kata lain, dengan adanya program GSMK manfaatnya sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Banjar Dewa Pada khususnya dan masyarakat Tulang Bawang pada umumnya.

Harapan warga Kampung Banjar Dewa, program yang serupa dapat dilanjutkan kembali di Kabupaten Tulang Bawang. Meskipun Kepemimpinan sudah berganti, pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan Kampung lebih ditingkatkan lagi. Dengan harapan, agar manfaat dari pembangunan itu nantinya dapat meningkatkan perekonomian Kampung.

(Putu Badew/Tuba)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan