Pasaraman Acarya Saraswati Kampung Banjar Dewa

Dharama Wacana yang dilakukan oleh siswa pasraman Acarya Sarawati.(Dok : KBD/Fhoto Md. Maryani)

Banjar Dewa-Banjar Agung(Tuba,22/01/2018): Pasraman dan Sekolah sering kali diartikan sama, padahal berdasarkan kitab Hindu Pasraman dan sekolah memiliki perbedan yang mencolok. Jika sekolah lebih mengutamakan tentang pendidikan nasional yang bersifat umum dan lebih luas, Sedangkan pasraman merupakan lembaga pendidikan khusus bidang agama Hindu. Pasraman (pesraman) juga dikenal sebagai salah satu bentuk pendidikan dalam hal pengembangan ketrampilan, karakter anak dan pelestarian kebudayaan pada jalur nonformal yang biasanya ada di beberapa desa adat di Bali dilaksanakan di luar jam sekolah. Pasraman yang berasal dari kata “asrama”, dimana salah satunya disebutkan, Pada saat brahmacari hendaknya segala tenaga dan pikiran benar – benar diarahkan kepada kemantapan belajar, serta upaya pengembangan ketrampilan sebagai bekal dalam kehidupan kelak agar nantinya dapat mengaktualisasikan hasil proses berpikir tersebut untuk kehidupan ini.

Di Kampung Banjar Dewa, pada tanggal 2 November 2015 didirikan sebuah pasraman yang diberi nama Pasraman Acarya Saraswati. Pasraman yang tempat belajarnya masih menumpang di Wantilan Pura Dalem Desa Pekaraman Banjar Dewa ini, pertama kali dirintis oleh PHDI Kecamatan Banjar Agung yaitu Bapak Wayan Kardi, S.Pd. Ada 2 azas yang melandasi didirikannya pasraman ini, yaitu azas filosofis dan azas yuridis. Azas filosofis berdasar pada Ajaran Agama dan Pancasila, sedangkan Azas yuridis berdasar pada UUD 45, UU No 8 Tahun 1945 tentang organisasi masyarakat dan UU N0 16 Tahun 2001 tentang yayasan. Selain kedua azas tersebut, pendirian pasraman ini juga didasarkan pada kebijakan-kebijakan yang dikerluarkan oleh Pemerintah, kementrian Agama, Dirjen Bimas Hindu dan kebijakan PHDI Pusat tentang pembinaan kehidupan beragama dan umat Hindu di Indonesia.

Instruktur Pasraman Ni Kadek Ayu Sarniti sedang memberikan materi kepada siswa Pasraman Acarya Saraswati.(Dok: KBD/Fhoto Md. Maryani)

Pendirian Pasraman Acarya Saraswati di Kampung Banjar Dewa, tidak serta merta hanya untuk sekedar tempat belajar mengajar saja melainkan memiliki maksud dan tujuan yang sangat penting untuk para siswanya. Maksud dan Tujuan didirikannya Pasraman Acarya Saraswati yaitu Membina dan membudayakan ajaran Dharma sesuai Weda dan Menggali Potensi-potensi keagamaan yang dimiliki oleh peserta didik dan masyarakat. selain itu, tujuan dari Pasraman ini juga meningkatkan srada atau keimanan Agama Hindu untuk anak-anak didik dan membina Etika yang berbudi pekerti luhur Umat Hindu yang bersumber pada kitab Suci Weda. Mengingat 40% dari jumlah penduduk Kampung Banjar Dewa merupakan warga yang menganut Agama Hindu, maka di pandang perlu untuk mendirikan lembaga pendidikan khusus anak-anak yang beragama Hindu. Dengan harapan pendirian dari Pasraman Acarya Saraswati, untuk menciptakan katerampilan dan karakter anak-anak beragama Hindu di Kampung Banjar Dewa yang beriman dan berbudi pekerti luhur yang berkualitas dan bermutu.

Seperti yang dijelaskan oleh Ketua Pasraman Wayan Kardi,S.Pd, pasraman didirikan atas dasar kemauan dan niat untuk mendidik anak-anak yang beragam Hindu di Kampung Banjar Dewa. menginggat masih kurangnya pemahaman dan pengertian tentang agama, maka di pandang perlu mendirikan sebuah tempat untuk mendidik anak-anak Kampung Banjar Dewa yang bergama Hindu. Perkembangan jaman yang semakin maju, keimanan menjadi dasar untuk bisa membedakan mana pengaruh yang baik dan tidak baik dalam kehidupan bermasyarakat. Pendirian Pasraman ini, memiliki tujuan agar anak-anak muda di Kampung Banjar Dewa menjadi genarasi penurus yang bebudi pekerti luhur yang tinggi dan bermutu, jelas Wayan Kardi.

Suasana kegiatan belajar dan mengajar di pasraman Acarya Saraswati.(Dok: KBD/Fhoto Md. Maryani)

Proses Belajar dan mengajar di Pasraman Acarya Saraswati, dilaksanakan setiap hari minggu mengingat hari minggu merupakan hari libur sehingga tidak menggangu pendidikan formal siswa pasraman. Adapun materi-materi yang di pelajari dalam Pasraman Acarya Saraswati yaitu Tatwa, Susila, Sloka, Palawakya, Yoga dan beberapa materi yang berkaitan dengan Ajaran Agama Hindu serta Budaya dan adat Bali. Tenaga pengajar yang dimiliki oleh Pasraman, merupakan tenaga pengajar yang berkompenten di bidangnya Agama Hindu seseuai dengan bidangnya masin-masing. Sebagian besarnya siswa didik pasraman adalah anak-anak yang masih sekolah SD, sehinga kesabaran yang dimiliki oleh tenaga pengajar harus tinggi. Proses belajar dan mengajarnya pun tidak seperti yang ada di pendidikan formal, proses belajar dilakukan secara prasmanan atau duduk bersama antara pengajar dan siswa. Dengan tujuan, agar tidak terjadinya jarak antar pengajar dengan siswa.

Dengan adanya Pasraman Acarya Saraswati, disambut baik oleh semua pemangku Agama Hindu yang ada di Kampung Banjar Dewa. seperti Halnya yang di katakan oleh Ketua Adat Bali Desa Pekraman Banjar Dewa Made Suparte, Keberadaan sebuah pasraman Hindu di Desa Pekraman sangatlah penting, karena Ajaran Agama Hindu harus ditumbuh kembangkan dimulai dari anak-anak sebagai generasi penerus. Dijaman yang serba modern saat ini, keimanan dalam beragama harus dipertebal agar tidak terpengaruh dengan budaya luar yang sekarang sudah menjadi tren di Masyarakat. Dengan adanya pasraman ini, dihimbau agar para orang tua yang memiliki anak usia 6 Tahun keatas untuk memasukan anaknya di pasaraman, ungkap Made Suparte.

Diharapkan dengan adanya Pasraman Acarya Saraswati, dapat memupuk keimanan dan keterampilan anak-anak umat Hindu di Kampung Banjar Dewa. Dimana nantinya anak-anak tidak terpengaruh oleh perkembangan jaman yang semakin maju dan banyaknya pengaruh yang dapat menipiskan keimanan dari pengaruh dunia luar.

(Putu Badew/Tuba)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan