Pertemuan Antara PT. SAM dan Pemerintah Kampung Banjar Dewa

Pertemuan Anatara Pemerintah Kampung, BPK dan PT. SAM. ( Dok: Kampung/Fhoto Putu.S )

Banjar Dewa-Banjar Agung(Tuba: 07/12/2108) : Pertemuan Antara PT. SAM dan Pemerintah Kampung Banjar Dewa, dilasanakan pada tanggal 05/12/2018 bertempat di balai Kampung Banjar Dewa. Pertemuan ini dilakukan karena adanya perubahan kepemimpinan dari kedua belah pihak, baik dari Kampung Banjar Dewa Maupun dari PT. SAM. Kepala Kampung sebelumnya Made Wardane, telah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT. Cargil yang sekarang berganti menjadi PT. SAM. Untuk menindak lanjuti isi dari perjanjian tersebut, maka di pandang perlu untuk mensinkronisasikan kembali dalam  mekanisme pelaksanaannya.

pada pertemuan itu dihadiri oleh Aris dari perwkilan PT. SAM, Asri Susilowati Kepala Kampung, M. Barakah selaku Sekdes dan Heri Sulisno Ketua BPK Kampung Banjar Dewa. pada pertemuan ini, juga dihadiri oleh semua Ketua RK yang merupakan perwakilan dari warga Kampung. Pertemuan kali ini membahas tentang keluhan masyarakat Kampung yang berhubungan dengan PT. SAM, tentang masalah distribusi pakan ternak ( Onggok ) dan masalah tentang tenaga kerja yang tidak sesuai dengan isi perjanjian yang sudah disepakati.

Pertemuan dari Pihak PT. SAM Bapak Aris ( Kaos Biru Belang ) dengan pihak Pemerintahan Kampung Banjar Dewa.( Dok: Kampung/Fhoto Putu.S )

Maksud dan tujuan dari pertemuan yang dilukan antara Pihak PT. SAM dan Pihak Kampung, adalah untuk mencari solusi keluhan-keluhan yang ada di masyarakat. Isi dari perjanjian kerjasama yang sudah disepakati oleh Kedua belah pihak di kepemimpinan sebelumnya, perlu dievaluasi agar mekanismen pelaksanaannya lebih baik dan tertata . Dimana isi perjanjian kerjasama tersebut yaitu pihak Perusahaan akan membagikan pakan ternak berupa onggok ,memprioritaskan para pekerja dari  Kampung Banjar Dewa dan selalu berkoordinasi dengan Kampung tentang masalah yang berhubungan perekrutan dan pemutusan tenaga kerja.

Pada kesempatannya Kepala Kampung Banjar Dewa Asri Susilowati mengatakan, bahwa pertemuan ini dilakukan karena banyaknya keluhan dari masyarakat. Masyarakat Kampung merasa kecewa dengan pihak PT. SAM, karena perusahaan sudah tidak konsekuen dan proaktif dengan perjanjian kerjasama yang sudah disepakati. Pertama masalah distribusi pakan ternak, masyarakat mengeluh karena pihak perusahaan tidak lagi mendistribusikannya. Kedua masalah tenaga kerja, pihak perusahaan sudah tidak lagi berkoordinasi dengan kampung tentang PHK dan pengurangan Karyawan yang merupakan Warga Kampung Banjar Dewa, ungkap Kepala Kampung.

Hal senada juga diungkap oleh salah satu ketua RK Bapak Ketut Asian, bahwa dulu pengiriman pakan ternak ( onggok) dilakukan seminggu 2 kali. Pengiriman dilakukan sesuai dengan lokasi per RK masing-masing, untuk mempermudahkan warga dalam mengambilnya. Beberapa bulan terakhir ini, pihak perusahaan sudah tidak lagi mengirim onggok untuk warga.  selain pakan ternak perusahaan terdahulu juga membantu warga dalam hal, bedah rumah dan sumur bor untuk air bersih di setiap lingkungan, jelas ketut Asian.

Awalnya pertemuan ini tidak menemukan solusi dan pemecahan masalahnya, karena Pihak Kampung sedikit kecewa dengan Pihak Perusahaan. Harapan dari Pemerintah Kampung sebenarnya, yang hadir dalam pertemuan itu adalah pimpinan dari perusahaan PT. SAM. Perwakilan yang dikirim oleh pihak perusahaan tidak dapat mengambil keputusan, dengan alasan tidak mempunyai wewenang dalam mengambil keputusan. Setelah dilakukan komunikasi dan pendekatan, akhirnya pimpinan perusahaan dapat ditemui oleh Kepala Kampung dan sekdes di tempat yang berbeda dengan alasan yang belum diketahui.

Pembahasan dari keluhan-keluhan yang disampaikan ke perwakilan PT. SAM ( Dok: Kampung/Fhoto. Putu. S)

Seperti yang dijelaskan M. Barakah hasil dari pertemuan antara Kepala Kampung dan Pimpinan PT. SAM, memutuskan untuk tahap awal hanya pendistribusian pakan ternak ( onggok ) yang dapat terealisasi. Mekanisme  yang berkaitan dengan pendistribusian yaitu, adanya lokasi pasti untuk menempatkan pakan ternak untuk warga di setiap RKnya. Mengingat keluhan utama dari masyarakat, adalah konstribusi perusahaan dalam kaitannya untuk bantuan pakan ternak warga.  Untuk masalah tenaga kerja, akan dibicarakan lebih lanjut antara Kepala Kampung dan Pimpinan perusahaan. Pihak perusahaan beralasan, menyangkut tentang prosedur dan standarisasi sumber daya manusia dan kebutuhan tenaga kerja untuk perusahaan,  jelas M. Barakah.

Harapan dari masyarakat Kampung, bahwa keputusan yang telah disepakti nanti dapat laksanakan oleh perusahaan. Demi terjalinnya kerjasama antara PT. SAM dan Pemerintah Kampung, yang baik dan berkelanjutan. Karena adanya PT. SAM di Kampung Banjar Dewa, akan membawa kesejahteraan dan peningkatan tenaga kerja bagi warga Kampung Banjar Dewa.

(Putu.S/Badew)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan