Upacara Dewa Yadnya Banjar Merta Sari Kampung Banjar Dewa

Pujawali Di Banjar Merta Sari Tanggal 06/12/2017 ( File Banjar Merta Sari : Dok. Putu.S)

Banjar Dewa,Banjar Agung-Tuba, 07 Desember 2017: Upacara Dewa Yadnya adalah pemujaan dan persembahan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wase dan semua manifestasiNya. yang tujuan adalah sebagai wujud terimakasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wase atas Karunia dan RahmatNya, sehingga damai dalam berkehidupan. salah satu contoh dari upacara Dewa Yadnya, yaitu Pujawali atau dengan kata lain Piodalan. Pujawali berasal dari 2 kata yaitu “puja” dan “mewali” artinya kita semua memuja kembali keagungan Tuhan dalam prabawa-Nya sebagai Ida Bethara .

Ida Pandita Empu Dhuwur Dharma Yase, yang menjadi pemuput dalam Pujawali ( Dok. Putu.S )

Pujawali Banjar Merta Sari Kampung Banjar Dewa Kecamatan Banjar Agung dilaksanakan pada Budha Kliwon Wuku Pahang yaitu pada tanggal 06 Desember 2017. istilah Banjar mempunyai pengertian yaitu organisasi masyarakat Bali yang beragama Hindu dalam suatu lingkungan dengan batasan-batasan kewenangan. Sebelum dilaksanakannya Pujawali di Banjar Merta Sari, dilaksanakan terlebih dahulu kegiatan- kegiatan seperti :

1. Gotong Royong
Gotong Royong dilaksanakan 2 hari sebelum Pujawali atau tepatnya tanggal 04 Desember 2017,yang bertujuan untuk membersihkan areal Banjar Merta Sari. setelah selesai gotong royong diinformasikan kepada Krame Banjar jumlah iuran dan jumlah Sinomannya ( orang yang membantu dalam mempersiapkan perlengkapan upakara).

2. Ngayah Mejaitan( Membuat Upakara/Banten)
Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 06 Desember 2017 , Ibu – ibu Krame Banjar membuat upakara yang akan digunakan untuk Pujawali. dimulai dari membuat sarana Upakara dan mentanding Upakara yang dipimpin oleh seorang srati ( orang tahu tentang banten dan fungsiny). Sedangkan pada tanggal 07 Desember 2017 Pagi, para sinoman dan penjuru Banjar membuat perlengkapan Upakara seperti : Bayuhan Caru ( isian dari Upakara caru ) dan Panggangan saji ( ayam panggang isi dari upakara ).

Ibu-Ibu Krame Banjar Ngayah Mejaitan untuk Pujawali Banjar Merta Sari ( Dok: Putu. S )

Setelah semua kegiatan itu, maka tanggal 06 Desember 2017 sore dilaksanakan Upacara Pujawali dimulai dari pukul 16.00 sampai dengan selesai. Pujawali di Banjar Merta Sari di puput ( di Pimpin oleh seorang Sulinggih ) yaitu Ida Pandita Empu Dhuwur Dharma Yase. sebelum dilaksanakanya upacar persembahyangan dalam Pujawali ada kegiatan seperti :

– Mecaru yang tujuannya untuk menjaga keharmonisan antara alam dan Sang Bhuta, agar Upacara Pujawali dapat berjalan dengan baik.

– Mepurwa Daksina yaitu kegiatan yang berjalan memutar mengelilingi bangun Banjar Mertas Sari searah jarum jam, sebagai lambang keempurnaan.

Setiap Pujawali selalu diiringi oleh Tabuhan Tradisional Bali yang sering dikenal dengan gong, yang dapat diartikan sebagi penyeimbang. setelah semua Upakara selesai di antep oleh Pandita, barulah Persembahyangan bersama dilaksanakan. Untuk memohon Anugrah dan Kerahjengan Kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Sekehe gong sedang menabuh Belaganjur (Dok : Putu. S )

Keesokan harinya, tepatnya tanggal 07 Desember 2017 diadakan kegiatan yang dinamakan Sangkep atau rapat rutin. dalam sangkep, biasanya dilaksanakan kegiatan pelaporan keuangan dan pembahasan tentang kegiatan yang sudah dilakukan dan kegiatan yang akan dilakukan kedepan.

Kegiatan Rapat Rutin Para Krame Banjar Merta Sari( Dok: Putu. S )

Dalam Penjelasan Salah Satu Penjuru/ Pengurus Banjar Mertas Sari Wayan Suke Wirye Mengatakan ” Upacara Pujawali ini dilaksanakan setiap 6 bulan sekali atau 42 hari setelah hari raya galungan, adapun kegiatan-kegiatan dalam mempersiapkan Pujawali seperti Ngayah Gotong Royong dan Ngayah Mejaitan” Ungkapnya. Pak Wayan Suke Wirye juga mengatakan ” Dana untuk Pujawali ini merupakan hasil dari peturunan / iuran setiap Krame yang besarnya 50.000″.

Pujawali Banjar Merta Sari berjalan dengan Lancar, meskipun pagi harinya diguyur hujan yang membuat lokasi tidak nyaman, karena areal Banjar tanah merah yang lengket. Tetapi itu tidak menyurutkan niat Krame untuk menunaikan persembahyangan bersama.

(By Putu. S )

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan