Pementasan Tari Rejang Dewa Oleh Anak-Anak SD di Kampung Banjar Dewa

Penari Rejang Dewa(Dok. Putu.S).

Banjar Dewa-Kec.Banjar Agung,Jum’at 24 November 2017: Untuk melestarikan Budaya Bali yang ada di Kampung Banjar Dewa, harus dilakukan penanaman cinta akan Seni dimulai dari anak-anak. agar Seni Buadaya Bali yang ada di Kampung Banjar Dewa tidak hilang seiring perkembangan jaman yang sudah modern seperti sekarang ini. salah satu contoh Seni Budaya Bali yaitu Seni Tari,yang merupakan seni dalam hal menampilkan keindahan gerak dan makna tertentu. ada beberapa jenis Seni Tari dalam Bali salah satunya yaitu Tari Rejang Dewa.

Penari Rejang Dewa: Bersiap untuk menari dalam Acara Melaspas Pelinggih(Dok. Putu.S).


A. Pengertian Tari Rejang Dewa

Tari Rejang adalah sebuah tarian kesenian rakyat/suku Bali yang ditampilkan secara khusus oleh perempuan dan untuk perempuan. Gerak-gerik tari ini sangat sederhana namun progresif dan lincah. Biasanya pagelaran tari Rejang diselenggarakan di pura pada waktu berlangsungnya suatu upacara adat atau upacara keagamaan Hindu Dharma.
Tarian ini dilakukan/ditarikan oleh penari-penari perempuan Bali dengan penuh rasa hidmat, penuh rasa pengabdian kepada Dewa-Dewi Hindu dan penuh penjiwaan. Para penarinya mengenakan pakaian upacara yang meriah dengan banyak dekorasi-dekorasi, menari dengan berbaris melingkari halaman pura atau pelinggih yang kadang kala dilakukan dengan berpegang-pegangan tangan.(Sumber: Wikipedia.org)

Penari Rejang Dewa : Menari dengan gerakan yang indah dan penuh dengan rasa hikmad.(Dok.Putu.S)

B.Fungsi Tari Rejang Dewa
Salah satu sarana untuk mempertebal keyakinan dan menghubungkan diri dengan Ida Sanghyang Widi Wasa ( Tuhan Yang Maha Esa) adalah dengan cara berkesenian. Tari Rejang Dewa pada umumnya mempunyai fungsi sebagai sarana upacara dalam rangkaian suatu upacara piodalan ( Dewa Yadnya).(Sumber:ISI-DPS.ac.id)

Karena dilihat dari fungsi Tari Rejang Dewa tersebut, maka dipandang sangat penting oleh masyarakat Bali yang ada di Kampung Banjar Dewa untuk di jaga dan di tanamkan kepada anak-anak, terutama anak-anak perempuan Bali. warga Bali di Kampung Banjar Dewa berharap bahwa generasi muda Bali tidak lupa akan Adat dan Budaya Bali dan mencintai Budaya Bali seutuhnya, meskipun tidak tinggal di Bali .

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan